Bertambahnya
penduduk dalam jumlah besar memberikan pengaruh positif sekaligus negatif bagi
suatu daerah. Pertumbuhan penduduk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi
juga dapat sebagai penghalang bagi pertumbuhan ekonomi. Di negara maju
pertumbuhan penduduk mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, karena didukung
oleh investasi yang tinggi, teknologi yang tinggi dan lain-lain. Akan tetapi di
negara berkembang, akibat pertumbuhan penduduk terhadap pembangunan tidaklah
demikian, karena kondisi yang berlaku sama sekali berbeda dengan kondisi
ekonomi negara maju. Ekonomi negara berkembang modal kurang, teknologi masih
sederhana, tenaga kerja kurang ahli. Karena itu, pertumbuhan penduduk
benar-benar dianggap sebagai hambatan pembangunan ekonomi, dimana pertumbuhan
penduduk yang cepat memperberat tekanan pada lahan dan menyebabkan pengangguran
dan akan mendorong meningkatnya beban ketergantungan. Penyediaan
fasilitas pendidikan dan sosial secara memadai semakin sulit terpenuhi.
Selain pertumbuhan penduduk, faktor
lain yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah tingkat konsumsi. Tingkat
konsumsi terdiri dari konsumsi pemerintah, konsumsi rumah tanggga dan
konsumsi swasta. Pengeluaran konsumsi rumah tangga memiliki porsi terbesar
dalam total pengeluaran agregat, berbeda dengan pengeluaran pemerintah yang
bersifat ekosgenus dan konsumsi rumah tangga bersifat endogenus. Dalam arti
besarnya konsumsi rumah tangga berkaitan erat dengan faktor-faktor lain yang
mempengaruhnya.
Salah
satu modal dasar pembangunan, jumlah penduduk yang besar, apalagi disertai
dengan kualitas yang baik merupakan jaminan bagi terlaksananya pembangunan
secara optimal. Jumlah penduduk yang besar juga memberi keuntungan lain, yaitu
banyaknya konsumen pengguna berbagai barang/produk konsumsi. Permintaan yang
tinggi terhadap barang/produk konsumsi menjadi salah satu faktor penunjang
pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, bertambahnya penduduk dalam jumlah besar
berdampak negatif terhadap standar kehidupan, terutama jika berbagai kebutuhan
dasar tidak dapat dipenuhi secara memadai. Penduduk yang besar menuntut
pelayanan sosial dan ekonomi yang besar pula. Semakin banyak jumlah anak-anak
usia sekolah umpamanya, semakin banyak juga sarana dan prasarana pendidikan
yang dibutuhkan. Di bidang kesehatan ditemui masalah yang sama karena semakin
banyak jumlah penduduk, kebutuhan akan layanan kesehatan juga semakin
meningkat. Aspek lain yang juga terancam akibat pertambahan penduduk yang besar
adalah ketersediaan pangan semakin meningkat.
Pertumbuhan
penduduk merupakan perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun
penurunannya. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu
kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk (migrasi). Kelahiran dan
kematian dinamakan faktor alami, sedangkan perpindahan penduduk dinamakan
faktor non alami.
Jumlah
penduduk merupakan hal penting di dalam suatu Negara, apalagi di Indonesia.
Karena jumlah penduduk yang selalu bertambah, maka pemerintah banyak melakukan
tindakan untuk mengatasi pertambahan penduduk. Namun, pertumbuhan penduduk
banyak mengundang masalah.
Pertumbuhan penduduk yang besar memerlukan sarana
tambahan investasi serta sarana yang mendukung kesejahteraan rakyat seperti
perekonomian, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Hal ini merupakan
masalah pemerintah untuk memenuhi taraf hidup masyarakat. Pemerintah menyediakan
berbagai lowongan pekerjaan tetapi akibat pertumbuhan penduduk yang begitu
pesat, jumlah lowongan kerja menjadi semakin sedikit hingga menyebabkan banyak
pengangguran dan terjadinya perilaku kriminalitas. Maka,hal tersebut juga
menimbulkan kurangnya kesejahteraan rakyat dalam perekonomian dan sosial.
Peranan
ekonomi dalam pertambahan penduduk sangatlah penting. Seperti dalam hal
pembangunan, kunci sukses pembangunan adalah terjadinya pertumbuhan ekonomi
yang cukup tinggi, pemerataan distribusi pembangunan, maka perlunya peningkatan
dari sisi investasi yang akan menunjang pertumbuhan ekonomi.
Kondisi awal
jumlah penduduk memang dapat meningkatkan jumlah perekonomian namun pada suatu
keadaan pertumbuhan penduduk tidak hanya menaikkan ekonomi namun juga dapat
menurunkannya. Pada tahun tahun 2000, jumlah penduduk Indonesia
menunjukkan angka sebesar 205.135 juta jiwa dengan laju pertumbuhan
sebesar 10.380 juta jiwa atau sebesar 5.33 persen dari tahun 1995.
Sementara itu persentase penduduk miskin selama periode 1996- 2008 mengalami
fluktuasi dengan kecenderungan mengalami penurunan. Sejalan dengan itu
kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk merupakan
sasaran utama pembangunan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah (RPJM). Hal ini tidak mungkin tercapai jika pemerintah belum
bisa memecahkan masalah kependudukan.
1. Dampak
negatif dari pertumbuhan penduduk
Ledakan
penduduk sebagai akibat pertumbuhan penduduk yang cepat seperti itu memberikan
dampak yang buruk bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Hal ini pun
membuat pemerintah berusaha untuk mengatasinya.
Dampak-Dampak
Ledakan Penduduk antara lain :
a. Jumlah
pengangguran semakin meningkat.
b.
Kekurangan pangan yang menyebabkan
kelaparan dan gizi rendah.
c.
. Kebutuhan pendidikan, kesehatan
dan perumahan sulit diperoleh.
d.
Terjadinya polusi dan kerusakan
lingkungan.
e.
Tingkat kemiskinan semakin meningkat
2. Pengaruh-Pengaruh
Terhadap Pertumbuhan Penduduk Antara Lain:
A.
Pengaruh
Pertumbuhan Penduduk Terhadap Kemiskinan
Jumlah
penduduk yang besar sebagai penyebab timbulnya kemiskinan, Tinggi rendahnya
jumlah penduduk dipengaruhi oleh proses demografi yakni; kelahiran, kematian,
dan migrasi. Tingkat kelahiran yang tinggi sudah barang tentu akan meningkatkan
tingkat pertumbuhan penduduk. Namun demikian, tingkat kelahiran yang tinggi di
Indonesia kebanyakan berasal dari kategori penduduk golongan miskin.
pertumbuhan penduduk berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat.
Pengetahuan tentang aspek-aspek dan komponen demografi seperti fertilitas,
mortalitas, morbiditas, migrasi, ketenaga kerjaan, perkawinan, aspek keluarga
dan rumah tangga akan membantu para penentu kebijakan dan perencana program
untuk dapat mengembangkan program pembangunan kependudukan dan peningkatan
kesejahteraan masyarakat yang tepat sasaran.
B.
Pengaruh
pertumbuhan penduduk terhadap lingkungan hidup
Ujung dari
semua ledakan penduduk itu adalah kerusakan lingkungan dengan segala dampkanya
seperti menurunnya kualitas pemukiman dan lahan yang semakin sempit, serta
hilangnya fungsi ruang terbuka. Dampak lonjakan populasi bagi lingkungan
sebenarnya tidak sederhana. Persoalannya rumit mengingat persoalan terkait
dengan manusia dan lingkungan hidup. Butuh kesadaran besar bagi tiap warga
negara, khusunya pasangan yang baru menikah, untuk merencanakan jumlah anak.
C.
Pengaruh
Pertumbuhan Penduduk Terhadap Kesejahteraan Sosial
Jumlah
penduduk yang besar, selain membuat kerugian, juga ada keuntungannya, dengan
pertumbuhan penduduk rakyat jadi makin bisa saling bersosialisai,
bermusyawarah, dan bersilahturahmi untuk memprkuat kerukunan dan kesatatuan.
Jadi pada dasarnya hubungan Pertumbuhan
Penduduk terhadap kesejahteraan sangat banyak diantaranya :
a.
Dengan adanya SDM baru (muda) yang
berprestasi sehingga dapat
menggantikan orangtua-orangtua terdahulu untuk membuat negara
semakin maju dan mengerti akan teknologi.
b. Dengan
Membuat lapangan pekerjaan, maka akan meningkatkan
kesejahteraan rakyat terutama bagi para orang yang membutuhkan
pekerjaan atau bagi orang yang tidak dapat melanjutkan sekolah.
c. Dengan
banyaknya pertumbuhan penduduk kita bisa saling bahu
membahu
untuk bisa menjaga persatuan dan kesatuan negara kita.
d. Dengan
pertumbuhan penduduk kita bisa saling bantu dengan
bergotong royong bila mengalami musibah atau kesusahan.
e. Saling
menjaga keamanan dan kedamain lingkungan negara kita.
D. PENGARUH
LINGKUNGAN PADA PEREKONOMIAN
Kondisi
ekonomi banyak berpengaruh pada kehidupan kita. Oleh karena itu
perusahaan-perusahaan mempunyai beberapa tanggung jawab pada kehidupan dan
kesejahteraan manusia. Sekarang, masyarakat menuntut kepada
perusahaan-perusahaan untuk mengemban tanggung jawab seperti itu lebih dari
pada sebelumnya. Perusahaan tidak bisa semaunya saja dalam melaksanakan
kegiatannya. Penentuan seberapa jauh perusahaan harus mengarah kepada
tujuan-tujuan ekonomi, jelas dapat menimbulkan dilema. Istilah tanggung jawab
sosial menunjukan pertimbangan
manajemen tentang pengaruh-pengaruh soaial disamping juga pengaruh ekonomi dari
keputusan-keputusannya. Ini berlaku bagi semua perusahaan tanpa memandang
besar, lokasi atau industrinya. Tanggung jawab sosial tersebut mencakup hal-hal
seperti bidang kesehatan, informasi konsumen, praktek tanpa diskriminasi dan
pemeliharaan lingkungan fisik. Lingkungan perusahaan bisa diartikan sebagai
keseluruhan dan faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik
organisasi maupun kegiatannya. Sedangkan arti lingkungan secara luas mencakup
semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu, perusahaan, dan masyarakat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan tersebut antara
lain :
a. Fisik
b. Perekonomian
c. Etika Hukum
d. Sosial
e. Politik
Masing-masing
faktor saling menunjang dan saling mempengaruhi.
Lingkunga
Fisik, Energi dan Konservasi.
Dari masalah-masalah ekonomi dan sosial, salah satu masalah
yang sangat sulit diatasi dan memerlukan biaya yang sangat besar adalah yang
berkaitan dengan lingkungan fisik. Dibeberapa kota di Indonesia, seperti
Jakarta dan Surabaya sudah dirasakan semakin besarnya polusi udara dan air,
bahkan dibeberapa bagian kota Yogyakarta yang tidak begitu besar juga dirasakan
adanya pencemaran air tanah karena kondisi pemukiman yang padat serta
pembuangan limbah yang terlalu dekat dengan sumber air.
1. Macam-macam polusi
a. Pencemaran Udara
Rata-rata orang mengirup udara sebanyak 35 pon perhari.
Jumlah ini merupakan enam kali dari jumlah makanan dan minuman yang dikonsumsi
secara normal. Polusi udara ini menimbulkan dampak negative yang biasanya
dikaitkan dengan penyakit jantung dan paru-paru.
b. Pencemaran Air
Cukup banyak kasus pencemaran air si Indonesia yang berasal
dari berbagai macam sumber, seperti lingkungan industry, pemukiman, dan
lingkungan pertanian. Penggunaan pupuk yang mempunyai kandungan nitrat yang
cukup besar dapat menyebabkan polusi air baik dipermukaaan maupun dibawah
tanah. Padatnya permukiman disuatu daerah atau kampong, seperti yang terjadi
diYogyakarta, juga dapat menjadi sumber polusi air. Jarak antara sumber air
tanah dengan tangki peresapan (pembuangan kotoran) saling berdekatan sehingga
bakteri-bakteri dalam tangki peresapan dapat merembes masuk kedalam sumber air.
Air yang mengandung bakteri-bakteri itu tidak baik bagi kesehatan jikan
dikonsumsi.
c. Pencemaran Sampah Awet
Didunia ini hanya ada tiga macam tempat pembuangan sampah,
yaitu bumi, air dan angkasa. Manajemen yang baik menyangkut pembuangan sampah
ketiga tempat tersebut sangat berpengaruh pada kesehatan lingkunga masyarakat.
Hal-hal yang berkaitan dengan sampah awet akan selalu menjadi persoalan.
Didaerah perkotaan yang semakin padat penduduknya akan semakin sulit manajemen
pembuangan sampahnya. Jika sampah dibakar, akan mengakibatkan pencemaran udara
yang sangat mengganggu masyarakat.
3. Solusi Untuk Menekan Pertumbuhan Penduduk
Berbagai usaha untuk menekan laju pertumbuhan penduduk
yang tinggi telah dilakukan pemerintah melalui berbagai program diantaranya
program keluarga berencana (KB. Dan juga usaha-usaha pemerataan penyebaran
penduduk yang dilakukan dengan cara pemindahan penduduk melalui program
transmigrasi.
Sehingga kita dapat menyimpulkan usaha yang harus
dilakukan pemerintah untuk mengatasi ledakan penduduk antara lain :
a. Memperluas
lapangan kerja melalui industrialisasi.
b.
Melaksanakan program Keluarga
Berencana (KB).
c.
Meningkatkan produksi pangan sesuai
kebutuhan penduduk.
d.
Melaksanakan program transmigrasi.
e.
Mengikuti program pemerintah ( 2
Anak Lebih Baik ).


0 Response to "MELIHAT PERTUMBUHAN PENDUDUK DI NEGARA BERKEMBANG"
Post a Comment